This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 20 Desember 2016

Menentukan Jumlah Sudut Segi-n (Pembuktian)

Klik Disini

PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT

TUGAS 1-5 KOMPUTER HAL 63-87

Selasa, 13 Desember 2016

CARA MEMBUAT KERIPIK PEPAYAN MUDA MENYEHATKAN

Resep membuat kripik pepaya muda Bahan - bahan yang harus di siapkan : 1.Buah pepaya muda 2.Bumbu terdiri dari bumbu kaldu bubuk 3.Minyak goreng 4.Tepung terigu/bisa juga di rubah tepung sajiku 5.Telur Adapun pemrosesannya membutuhkan 2 tahapan : a.Tahap pertama - Pertama kupas pepaya muda bersihkan isinya lalu iris tipis tipis - Siapkan air yang di panaskan lalu rebus pepaya 5 s/d 10 menit,jangan sampai pepaya terlalu matang - Setelah itu angkat lalu dinginkan setelah dingin di campur bumbu kaldu bubuk diaduk rata - Jemur pepaya muda tersebut beberapa hari (tergantung cuaca ) hingga kering - Setelah kering lalu siapkan untuk proses menggoreng b.Tahap kedua - Siapkan air panas lalu rendam pepaya yang sudah kering selama 5 menit lalu tiriskan - Siapkan telur lalu masukan pepaya yg sudah di tiriskan ke dalam telur - Siapkan terigu yg di campur dengan kaldu bubuk atau lebih praktis memakai tepung sajiku masukan pepaya yang telah di lumuri telur aduk aduk - Goreng di dalam minyak yang nggak terlalu panas hingga renyah lalu angkat demikianlah kita mungkin dapat meningkatkan nilai ekonomis dari buah pepaya muda

Senin, 12 Desember 2016

ALAT PERAGA MATEMATIKA

MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA
“ Cola Amtika “

Dosen Pembimbing :
Anik Novianti, M.Pd

Oleh :
Nita Dwi Luthfia (15031048)
Nur Dayanti (15031049)
Nur Fatimatul Khusna (15031050)
Siti Nanda Nurfauziah (15031067)
Titik Agustina (15031073) PENDIDIKAN MATEMATIKA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS ISLAM DARUL ULUM LAMONGAN
2016
KATA PENGANTAR
Puji dan Syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT, karena berkat ridhonya penulis dapat menyelesaikan tugas pembuatan alat peraga ini dengan semaksimal mungkin. Dan tidak lupa disampaikan Sholawat dan salam kepada Baginda Nabi Besar Muhammad SAW yang kelak syafaatnya kita harapkan di Yaumil akhir.
Modul ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas perkuliaan mata kuliah Media Pembelajaran Matematika, dengan dosen pengampu Anik Novianti, M.Pd. Modul ini disusun dengan niat ikhlas dengan tujuan memperoleh ilmu sesuai dengan ajaran agama. Namun penulis menyadari, bahwa dalam modul ini masih banyak terdapat kekurangan, untuk itu penulis mengharapkan saran dan kritik dari pembaca sebagai pembangun dalam penyempurnaan modul ini.
Semoga penulisan modul ini mendapat kebaikan dari Allah SWT sekaligus dapat bermanfaat bagi para pembaca pada khususnya dan dunia pendidikan pada umumnya.


Lamongan, 21 Oktober 2016


Penulis














DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ii
DAFTAR ISI iii
BAB I : PENDAHULUAN 1
            1.1 Latar Belakang 1
Rumusan Masalah 2
Tujuan 2
BAB II : PEMBAHASAN 3
Kelipatan Bilangan, Faktor Bilanagan Dan Konsep Perkalian 3
Pengertian KPK Dan FPB 4
Cara Pembuatan Alat Peraga  “ Cola Amtika ” 6
Langkah-Langkah Penggunaan Alat Peraga “Cola Amtika” 10
Kelebihan dan Kekurangan Alat Perga “Cola Amtika” 11
BAB III : PENUTUP 13
Kesimpulan 13
Saran 13
DAFTAR PUSTAKA 14











BAB I
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Perkembangan teknologi pada era globalisasi maju dengan pesat. segala aspek kehidupan tidak terlepas dari peran teknologi. Terutama pada bidang pendidikan, teknologi sangat dibutuhkan khususnya pada saat mempersiapkan materi pelajaran yang akan disampaikan pada saat proses belajar mengajar. Model pembelajaran efektif dalam proses belajar mengajar dapat menumbuhkan kreativitas peserta didik. Model pembelajaran yang efektif dapat diwujudkan dengan menggunakan alat peraga untuk praktek dalam penyampaian materi.
Tidak hanya pada SMP, SMA dan Perguruan Tinggi saja yang hanya menerapkan teknologi pendidikan, tetapi disekolah-sekolah dasar juga sudah mulai menerapkan teknologi tersebut, Murid-murid sekolah dasar diperkenalkan kepada alat peraga tersebut, agar mereka bisa dengan mudah mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang didapat dengan menggunakan alat peraga yang telah disajikan dan disedikan di sekolahnya.
Dalam hal ini kami selaku mahasiswa pendidikan matematika universitas islam darul ulum lamongan ingin mencoba untuk membuat alat peraga yang dapat dimanfaatkan oleh peserta didik dalam pembelajaran mata pelajaran matematika sekolah Dasar materi Kelipatan dan Faktor Bilangan, yaitu alat peraga yang bernama “Cola Amtika” (Congklak Matematika) yang mana alat peraga ini dikhususkan untuk materi pelajaran KPK dan FPB. Alat tersebut dibuat untuk mempermudah anak-anak sekolah dasar mempelajari dan memahami tentang KPK dan FPB, yang mungkin masih di rasa sulit oleh mereka yang mempelajarinya. Dengan dibuat dan disajikannya alat peraga “Cola Amtika“  tersebut dalam proses belajar mengajar diharapkan murid-murid tersebut tidak mengalami kesulitan dalam memahami materi KPK dan FPB dan sebagai alternatif lain dari cara pohon faktor atau garis bilangan. Alat peraga ini bisa diperuntukkan bagi murid-murid sekolah dasar kelas 4.
RUMUSAN MASALAH
apa pengertian kelipatan bilangan, faktor bilangan dan konsep perkalian?
apa pengertian KPK dan FPB?
bagaimana cara pembuatan alat peraga “cola amtika”?
bagaimana penggunaan alat peraga “cola amtika ini”?
apa kelebihan dan kekurangan alat peraga “ cola amtika”?
TUJUAN
mengetahui pengertian dari kelipatan bilangan, faktor bilangan dan konsep perkalian.
mengetahui pengertian dari KPK dan FPB.
mengetahui cara pembuatan alat peraga “cola amtika”.
mengetahui penggunaan alat peraga “cola amtika ini”.
mengetahui kelebihan dan kekurangan alat peraga “cola amtika”.












BAB II
PEMBAHASAN
KELIPATAN BILANGAN, FAKTOR BILANAGAN DAN KONSEP PERKALIAN
Kelipatan Bilangan
Anam et al. (2009: 44) kelipatan adalah hasil perkalian antara bilangan yang bersangkutan dengan bilangan asli.
Konsep Kelipatan
Contoh :

   Gambar 1: Garis Bilangan
Bilangan yang ditunjukkan anak panah di atas adalah 3, 6, 9, …
Bilangan tersebut merupakan bilangan kelipatan 3.Bilangan ini diperoleh dari 1 x 3 = 3, 2 x 3 = 6, 3 x 3 = 9. Jadi bilangan kelipatan 3 adalah 3, 6, 9, …
Kelipatan Dua Bilangan
Kelipatan dua bilangan adalah hasil perkalian antara dua bilangan yang bersangkutan dengan bilangan asli.
Anam et al. (2009: 50) kelipatan persekutuan dua bilangan adalah kelipatan-kelipatan dari dua bilangan yang bernilai sama.
Contoh :
Bilangan kelipatan 3 adalah : 3, 6, 9, 12, 15, 18, 21, 24, …
Bilangan kelipatan 4 adalah : 4, 8, 12, 16, 20, 24, …
Jadi, Kelipatan persekutuan 3 dan 4 adalah 12, 24, … .
Faktor Bilangan
Konsep Faktor
Mustaqim dan Ary. (2008: 48) Faktor suatu bilangan adalah bilangan-bilangan yang membagi habis suatu bilangan tersebut.
Contoh :
Tentukan faktor dari 6
1 faktor dari 6 karena 6 : 1 = 6
2 faktor dari 6 karena 6 : 2 = 3
3 faktor dari 6 karena 6 : 3 = 2
4 faktor dari 6 karena 6 : 6 = 1
Jadi, faktor dari 6 adalah 1, 2, 3, dan 6.
Faktor Persekutuan Dua Bilangan
Mustaqim dan Ary (2008: 49) Faktor Persekutuan dari Dua Bilangan adalah faktor-faktor dari dua bilangan tersebut yang bernilai sama.
Contoh :
Tentukan faktor persekutuan dari 4 dan 12
Faktor dari 4 adalah 1, 2, 4.
Faktor dari 12 adalah 1, 2, 3, 4, 6, 12
Jadi, faktor persekutuan dari 8 dan 12 adalah 1, 2, dan 4.
Konsep Perkalian
Sumanto et al (2009: 99) Konsep Perkalian adalah penjumlahan yang berulang. A x B dapat dituliskan dalam bentuk B + B + B (sebanyak A kali). Misalnya pada aturan pemakaian suatu obat, biasanya ditulis 3 x 1 tablet sehari. Ini menunjukkan bahwa obat itu tidak diminum 3 tablet sekaligus, melainkan tiga kali dalam sehari. Contoh lain : 8 x 5 = …
Maka cara mengerjakannya adalah menjumlahkan angka 5 sebanyak 8.
8 x 5 = 5 + 5 + 5 + 5 + 5 + 5 + 5 + 5
       = 40.
Jadi, 8 x 5 = 40.
PENGERTIAN KPK DAN FPB
Mustaqim dan Ary (2008: 55-56) KPK (Kelipatan Persekutuan Terkecil) dari dua bilangan adalah kelipatan persekutuan bilangan-bilangan tersebut yang nilainya paling kecil. FPB (Faktor Persekutuan Terbesar)  dari dua bilangan adalah faktor persekutuan bilangan-bilangan tersebut yang nilainya paling besar.
Contoh Soal :
Carilah KPK dan FPB dari 12 dan 16
Jawab :
Cara pohon faktor :
12 16

             6              8

    4

               





Untuk mencari KPK, tulislah bilangan yang sama pangkat terbesar kemudian kalikan dengan faktorisasi prima lainnya.
= 24 x 3
= 16 x 3
= 48.
Jadi, KPK dari 12 dan 16 adalah 48.
Untuk mencari FPB, tulislah bilangan yang sama pangkat terkecil.
= 22
= 4.
Jadi, FPB dari 12 dan 16 adalah 4.





CARA PEMBUATAN ALAT PERAGA  “ COLA AMTIKA ”
 Alat
Tabel 1.  Alat pembuatan “Cola Amtika”
NoAlatGambar1.Gergaji2.Cat
3.Spidol4.Double tip5.Penggaris6.Amplas7.Lem tembak

8.Palu9.Paku

Bahan
Tabel 2.  Bahan Pembuatan “Cola Amtika”
NoBahanGambar1.Tripleks2.Gelas Plastik3.Kancing baju (Anak Congklak)4.Karton
Gambar Alat Peraga

Gambar 2: Desain Media “Cola Amtika”
Langkah-langkah Pembuatan Alat Peraga “Cola Amtika”
Satukan dua triplek, lubangi salah satu triplek sebanyak 100 lubang untuk tempat gelas plastik dan  warnai.

Gambar 3: Papan Triplek.
Selanjutnya susun gelas plastik sebanyak 100 buah. Buat 10 baris yang sejajar, dan tiap baris berisi 10 gelas.

Gambar 4: menyusun
   gelas plastik.
Apabila sudah menempel beri nomor dari karton 1-100, dan beri nama “Cola Amtika” (Congklak Matematika), maka jadilah alat peraga “Cola Amtika” KPK dan FPB.

Gambar 5: Penempelan Nomor
dan Nama Alat Peraga.
Untuk anak congklak buat 2 - 3 kumpulan kancing baju dengan warna berbeda. misal (1) Merah, (2) Biru, (3) Hijau (jumlah secukupnya).

Gambar 6: Anak Congklak.
LANGKAH-LANGKAH PENGGUNAAN ALAT PERAGA “COLA AMTIKA“
mencari KPK dari 3 dan 4.
Pertama, Masukkan anak congklak warna 1 (merah) untuk kelipatan dari 3. Yakni letakkan pada gelas bernomor (3, 6, 9, 12, 15, 18, 21, 24, ...).

Gambar 7: Kelipatan dari Tiga.
Lalu masukkan anak congklak warna 2 (biru) untuk kelipatan dari 4 yakni letakkan pada mangkuk bernomor (4, 8, 12,16, 20, 24, …). Maka dalam  gelas akan berisi 2 anak congklak (kelipatan persekutuan) yang sama (12, 24, 36, 48,…).

Gambar 8: Kelipatan dari Empat
 dan kelipatan persekutuan.
Dari kelipatan  persekutuan tersebut, bilangan yang terkecil adalah 12.
Jadi, KPK dari 3 dan 4 adalah 12.
Lalu Soal lain untuk mencari FPB dari 4 dan 12.
Pertama, masukkan anak congklak warna 1 (Merah) untuk faktor dari 4 kedalam gelas bernomor (1, 2, 4).

Gambar 9: Faktor dari Empat.
Kemudian masukkan anak congklak warna 2 (biru) untuk faktor dari 12 (1, 2, 3, 4, 6, 12). Maka dalam gelas akan akan berisi dua anak congklak (faktor persekutuan) yang sama (1, 2, 4).

Gambar 10: Faktor dari Dua belas
                 dan faktor persekutuan
Dari Faktor persekutuan tersebut, bilangan yang terbesar adalah 4.
Jadi, FPB dari 4 dan 12 adalah 4.
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN ALAT PERAGA “COLA AMTIKA”
Kelebihan Alat Peraga ini :
Dapat meningkatkan kreativitas siswa, selain itu siswa jadi lebih aktif dan memperoleh pembelajaran yang bermakna dari media “Cola Amtika” (FPB dan KPK) ini.
Dapat melatih siswa dalam berkomunikasi saat berkelompok, menimbulkan motivasi (rasa keingintahuan), menimbulkan keceriaan saat mempraktekkan sebab seperti bermain congklak.
Sebagai alternatif / cara lain dari penggunaan pohon faktor dan garis bilangan.
Kekurangan Media ini :
Alat ini kurang fleksibel untuk dibawa karena ukuran yang memang besar dan tidak bisa ditekuk.
Siswa yang kurang paham dengan konsep perkalian yang menyangkut tentang kelipatan dan faktor persekutuan akan bingung menggunakan alat ini.



























BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
kelipatan adalah hasil perkalian antara bilangan yang bersangkutan dengan bilangan asli.
Kelipatan dua bilangan adalah hasil perkalian antara dua bilangan yang bersangkutan dengan bilangan asli.
kelipatan persekutuan dua bilangan adalah kelipatan-kelipatan dari dua bilangan yang bernilai sama.
Faktor suatu bilangan adalah bilangan asli yang membagi habis suatu bilangan.
Faktor Persekutuan dari Dua Bilangan adalah faktor-faktor dari dua bilangan tersebut yang bernilai sama.
Konsep Perkalian adalah penjumlahan yang berulang. Misal A x B dapat dituliskan dalam bentuk B + B + B (sebanyak A kali).
Dengan alat peraga ini siswa dapat meningkatkan kreatifitasnya, selain itu siswa jadi lebih aktif dalam proses  pembelajaran.
Siswa yang kurang paham dengan konsep perkalian yang menyangkut tentang kelipatan dan faktor persekutuan akan bingung menggunakan alat ini.
SARAN
Guru harus lebih memotivasi siswa untuk lebih aktif dan membimbing siswa dalam pembelajaran.
Siswa seharusnya membiasakan memahami materi, bukan menghafal.
Guru sebaiknya menyiapkan alat peraga yang dapat merangsang anak berpikir realistik.
Dalam belajar siswa dianjurkan banyak latihan dan jangan cepat menyerah.



DAFTAR PUSTAKA
Anam et al. 2009. Matematika 4. Jakarta: CV. Media ILmu.
Mustaqim Burhan dan Ary Astuty. 2008. Ayo Belajar Matematika Jilid 4 untuk SD dan MI kelas IV. Jakarta: Pusat Perbukuan.
Sumanto, Heny Kusumawati, dkk. 2008. Gemar Matematika 2 untuk SD/MI Kelas II. Jakarta: Pusat Perbukuan.